Jumat, 13 Februari 2015

Tehnik Memulai Home Education (Review Diskusi dalam Grup Nasional HE-BPA)

Review Hasil Diskusi dalam Grup Nasional Home Education Berbasis Potensi dan Ahlak
Hari Rabu Tanggal 3 Desember 2014
Tentang “Tehnik Memulai HE”
Narasumber: Ibu Septi Peni Wulandani dan Bpk. Harry Santosa
Disarikan oleh Annisaa Nofita


Home Education itu dimulai dari satu pemahaman para fasilitator utamanya yaitu kita sebagai orangtuanya. 
Maka mulailah :
Berdiskusi secara rutin antara kita dan pasangan tentang konsep HE. Tentukan jadwal khusus untuk bersungguh-sungguh membahas hal ini. Dibutuhkan komitmen untuk kita dan pasangan kita dalam menjalankan HE. Proses HE di rumah tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu atau ayah saja. Maka penting sekali adanya komunikasi antara ayah dan ibu tentang visi, misi, konsep, evaluasi dan pencapaian-pencapaian proses pendidikan yang kita inginkan di rumah. Orang tua sebaiknya memberikan investasi waktunya untuk mendiskusikan tentang pendidikan anak. Laksanakan "family strategic planning" setiap satu tahun sekali. Kemudian di breakdown dengan family meeting setiap sepekan sekali.

b. Seringlah belajar bersama dengan pasangan kita tentang HE, baik dengan silaturahim, ikut seminar, bedah buku dll kemudian segera tentukan apa hal-hal baik yang bisa segera kita terapkan di keluarga kita.


c. Berpeganglah teguh pada Al Quran dan Hadist sebagai acuan utama kita mendidik anak. Yang lain hanya jadikan referensi, jangan justru membuat bingung.


d. Belajarlah melihat potensi unik anak-anak kita, kemudian perkuat sisi keunikan tersebut, ingat anak kita adalah "limited edition" hanya kita yang paham, jangan pasrahkan ke orang lain. Sebagai orang tua, kita dibekali mata dan hati untuk melihat keunikan anak, maka pergunakan itu, kemudian tambahkan dengan ilmunya. Pertama amati terlebih dahulu apa yang membuat anak bahagia atau enjoy, catat momen-momen tersebut. Kemudian amati apakah ada pengulangan? Kalau ya apakah dia merasa "easy" menjalankannya?. Setelah itu lihat apakah anak mencapai "excellent" dengan jam terbangnya. Ada tahapan untuk melihat sisi unik anak. InsyaAllah akan dibahas kemudian.

e. Mulailah membuat kurikulum untuk anak2 kita dengan sederhana, mulai dari aktivitas mereka 0-2 th, 2-7 th. Tahapan materi yg pertama harus kita kuatkan adalah:
Fitrah keimanan : iman-akhlak-adab-bicara
Fitrah belajar : intellectual curiosity-creative imagination-art of discovery and invention- noble attitude
Fitrah bakat : perhatikan 4E activities anak (enjoy, easy, excellent, earn)
Fitrah perkembangan : ikuti cara rasul mengembangkan fisik anak, pola hidup beliau,kemandirian beliau dll 

f. Perkuat bonding bersama anak2 di usia 0-7 th ini. Perkuat dengan bahasa ibu dan bermain bersama alam. Jadi sebaiknya jangan terlalu dini memasukkan anak ke lembaga yang bernama "sekolah".

g. Ketika sudah memasuki usia sekolah perkaya wawasan anak dengan berbagai konsep pendidikan. "Sekolah" itu hanya bagian pilihan dari pendidikan, bukan satu-satunya.

h. Konsep utama HE adalah Iqra' dan thalabul 'ilmi. Jadi urusannya adalah belajar atau tidak belajar bukan sekolah atau tidak sekolah.
  Bila ditanyakan perbedaan Home Schooling (HS) dan Home Education (HE) maka HS itu bagian dari HE. Jadi yang wajib kita lakukan adalah HE dimulai dari dalam kandungan, masa pre aqil baligh dan aqil baligh. Ketika masuk usia sekolah, anak mau memilih sekolah/ Home schooling/ komunitas sesuai passion anak itu semua pilihan. Kalau anak memilih sekolah, maka tugas kita untuk mencari partner lembaga yang cocok dengan konsep HE kita di rumah. Kalau tidak cocok saatnya kita swicth dengan yang cocok. Jangan dibalik kita yang pasrah pada konsep sekolah dan mengorbankan HE anak. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan meninggalkan komentar positif dan membangun untuk blog ini. Jazakumullah..