Selasa, 24 Februari 2015

IBU, MANAGER KELUARGA HANDAL

Tema: IBU, MANAGER KELUARGA HANDAL
Narasumber: Septi Peni Wulandani
(Resume Kulwap IIP 16 Februari 2015)


Motivasi Bekerja Ibu
Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah ibu bekerja, yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.

Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu kita harus "SELESAI" dengan management rumah tangga kita, kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehinnga anda yang memilih sebagai ibu rumah tangga, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.




Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja di rumah?
a. Apakah masih "ASAL KERJA", menggugurkan kewajiban saja?
b. Apakah didasari sebuah "KOMPETISI ", sehingga selalu ingin bersaing dengan keluarga lain?
c. Apakah karena "PANGGILAN HATI", sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?

Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga.
a. Kalau anda masih "ASAL KERJA" maka yang terjadi akan mengalkami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.
b. kalau anda didasari "KOMPETISI", maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses
c. Kalau anda bekerja karena "PANGGILAN HATI" , maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa MENGELUH.

Peran Ibu
Sebagai seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita "Saya Manager Keluarga", kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.

a. Hargai diri anda sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.Kalau saya memakai istilah 7to7, dari jam 7 pagi - 7 malam, menggantung daster, memakai pakaian yang rapi, layak, nyaman.
b.Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, patuhi
c.Buatlah skala prioritas
d.Bangun Komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.

Menangani kompleknya tantangan Ibu :
a. PUT FIRST THINGS FIRST
Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. - Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini
- aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.
b. ONE BITE AT A TIME
Apakah itu one bite at a time?
-Lakukan setahap demi setahap
-Lakukan sekarang
-Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan
c. DELEGATING
Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita. Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda, terutama untuk urusan anak.Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latihlagi-percayakan lagi-ditingkatkan lagi begitu seterusnya

Perkembangan Peran
a. Tingkatkan diri anda dari seorang kasir keluarga menjadi Manager Keuangan Keluarga
b. Tingkatkan diri anda dari seorang koki keluarga menjadi Manager Gizi Keluarga
c. Tingkatkan diri anda dari seorang tukang antar jemput anak sekolah menjadi Manager Pendidikan Anak
d. Cari peran apalagi, tingkatkan lagi.....dst


Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni Wulandani/
twitter : @septipw
FB : Septi Peni WUlandani
email :septipeni@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan meninggalkan komentar positif dan membangun untuk blog ini. Jazakumullah..